Tag: prosa
-
Ulasan Novel Nyi Sadikem Karya Artie Ahmad (2025)
Saya baru saja menyelesaikan sebuah novel karya Artie Ahmad berjudul Nyi Sadikem terbitan Marjin Kiri (2025), dan sekaligus karya ini masuk daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa (2026). Mungkin menarik untuk membicarakan lebih lanjut pembacaan saya akan karya ini. Suara seperti apa yang terdengar lewat karakter Elizabeth van Kirk ini? Datang sebagai perempuan Indo-Belanda, terdepak dari…
-
Ulasan Novella Si Jamin dan Si Johan Karya Marah Rusli 1921
Bagi saya membaca karya sastra memberikan satu gambaran penting tentang bagaimana kita mampu memahami kehidupan. Terlebih jika bisa membaca karya sastra sesuai dengan tahun penerbitannya, seolah-olah kita disajikan satu bentuk kehidupan yang mungkin bisa terasa jauh dan asing sekaligus dekat dan relevan. Banyak karya yang dibilang bagus dan tidak bagus. Namun di dalam tulisan ini,…
-
Ulasan Prosa Keizer Lie Sie Bien Karya Boen Sing Hoo (1890)
Lahir dan tumbuh kembang di dalam keluarga yang doyan bercerita mungkin boleh disebut kemewahan sekaligus keberuntungan. Di awal abad -21 tidak banyak rumah memiliki televisi. Kamar anak-anak seringkali tertempel banyak poster dengan beragam gambar. Mulai dari gambar hewan, ruang angkasa, macam-macam pekerjaan, pahlawan nasional bahkan beberapa tuntunan beribadah seperti wudhu dan salat. Cerita sebelum tidur masih cukup banyak ditemukan sebab…
-
Ulasan Novel Karena Mentua Karya Nur Sutan Iskandar (1932)
“Pada akhirnya obat dari kemiskinan kematian.” Saya baru saja selesai membaca roman karya Nur Sutan Iskandar berjudul Karena Mentua yang pertama kali terbit pada tahun 1932. Karya ini menyorot praktik intervensi mertua dalam hubungan rumah tangga anak dan menantu. Keberadaan hidup bersama membawa sebuah konflik tak berkesudahan, terutama tentang salah artian kebahagiaan dalam bahtera rumah…
-
Ulasan Novella Pengarang Belum Mati Karya Sapardi Djoko Damono (2010)
Kali ini di tangan saya terbuka sudah buku kedua trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono. Prosa ini diterbitkan dalam kurun waktu lumayan lama dari karya sebelumnya berjudul Pengarang Telah Mati (2001). Prosa berjudul Pengarang Belum Mati terbit sembilan tahun berikutnya, sesuai keterangan laman Jaklitera. Sebagaimana sebelumnya tokoh Soekram yang menjalani kisahnya yang kluntang-kluntung atas takdir…
-
Ulasan Cerita Penghidoepan Radja Belgie 1913
Jika seluruh ketuaan menghapuskan dosa masa muda, seluruh manusia akan berdoa untuk berumur panjang. Kalimat ini yang kemudian melintasi benakku setelah selesai kubaca satu prosa yang terbit pada zaman pendudukan Hindia Belanda. Buku ini berjudul Penghidoepan Radja Belgie karya Tjoe Bou San, dan buku ini diterbitkan pada tahun 1913 oleh Batavia Drukkerij Sin Po. Buku…
-
Ulasan Novella Pengarang Telah Mati Karya Sapardi Djoko Damono (2001)
Saya baru saja menyelesaikan sebuah novella yang ditulis oleh salah seorang maestro sastra kita Sapardi Djoko Damono. Karya ini terbit pertama kali pada tahun 2001 dan menjadi prosa pertama yang dikarang oleh SDD. Sebelumnya SDD lebih aktif menulis sajak, menerjemahkan beberapa karya sastra luar, esai, dan buku pegangan pembelajaran sastra secara formal. Untuk itu, karya…
-
Ulasan Tjerita Jan De Roode (1880)
Perjalanan prosa di media masa pada zaman kolonial ternyata semakin menarik saja. Saya baru saja selesai membaca sebuah prosa yang tidak diketahui nama pangarangnya berjudul Tjerita Jan De Roode. Karya ini dipublikasikan pertama kali oleh koran Bintang Barat 1880. Lantas 22 tahun kemudian cerita ini dicetak dalam bentuk buku oleh percetakan Oeij Tjaij Hin (1902).…
-
Ulasan Novel Sengsara Membawa Nikmat Karya Tulis Sutan Sati (1929)
Saya baru saja menyelesaikan bacaan novel berjudul Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati. Kary aini diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1929. Secara keseluruhan, ada beberapa catatan yang akan saya tuangkan sebagai tanggapan atas karya ini. Boleh jadi catatan ini bisa menjembatani beberapa pembaca hari ini untuk melihat karya-karya terbitan gencatan Balai Pustaka di…
-
Ulasan Kumcer Cemara Karya Hamsad Rangkuti (1982)
Membaca karya-karya Hamsad Rangkuti akhir-akhir ini terasa begitu relevan meski banyak dari tulisannya terbit hampir setengah abad lalu. Bagaimana tidak? Cara dia menyampaikan kritik dan satire akan situasi politik dan sosial secara halus diselundupkan lewat tokoh-tokoh dalam cerita, yang notabene memiliki cara pandang yang menarik. Karena mungkin ruh orde baru bereinkarnasi di 2025, maka membaca…
