Jangan Larang Wanita Berdandan!

“Cowok yang hanya menyukai cewek yang natural tanpa make up sama sekali itu gak ada.” Itulah kiranya yang dikatakan salah seorang kawan saya, cewek. Lalu ada kawan saya, cowok, berkata, “Cewek yang tanpa make up itu kelihatan lebih cantik.” Keduanya berdebat dan saya cukup berpikir dan memerhatikan.

(Foto diambil dari profil bisnis MUA)

Beberapa lelaki memang tidak suka wanita yang berias terlalu mencolok. Alasannya bisa sangat beragam. Dari sini muncul ketidaknyamanan lelaki kalau bersama dengan wanita yang berias wajah. Beberapa indikasi mengatakan bahwa lelaki memang tidak memiliki basis untuk berdandan di bagian wajah, sehingga tidak heran mereka mengalami keheranan yang cukup terhadapa pemandangan wajah berdandan.

Wanita sendiri juga mengatakan bahwa mana ada wanita dewasa yang tidak kenal make up jaman sekarang. mereka mengatakan bahwa mereka perlu juga untuk berpenampilan menarik. Hal tersebut merupakan cara juga untuk menghargai penampilan.

Dari kedua persepsi di atas memang perlu adanya garis pembenah antara lelaki dan perempuan. Hal yang perlu kita luruskan adalah pemahaman ‘berdandan’ dan jenis-jenis make up. Dengan begini, semoga ada kesadaran yang timbul bagi laki-laki dalam menilai wanita, dan wanita bisa menempatkan diri di hadapan lelaki.

Dandan secara istilah memiliki makna menjadi baik dalam ruang lingkup penampilan. Cakupannya tidak hanya tertuju pada baju, tubuh, bahkan wajah juga. Budaya kita, terutama bagi laki-laki, mendengarkan kata ‘dandan’ ini bersifat accidental. Biasanya kata ini didengar ketika kita berada forum acara seperti pernikahan, kantor, bahkan dalam kehidupan lain seperti artis dan model.

Perwujudan kata dandan sesempit itu yang nampak sehingga menampilkan suatu ruang sempit terhadap pandangan dandan. Beberapa lelaki yang tidak terbiasa berada dalam ruang lingkup seperti itu akan merasa skeptis pada penggunaan kata dandan.

Padahal, bila kita tinjau lebih waras lagi, dandan juga dilakukan oleh lelaki dan perempuan. Dandan pada tubuh akan menggunakan pakaian. Lelaki manapun yang sudah paham akan arti penampilan akan memerhatikan pakaian apa yang pantas digunakan. Tidak akan cocok apabila seorang lelaki menggunakan jaket tebal seperti di Korea atau Jepang di daerah panas seperti Jakarta atau Semarang pada siang hari. kita bisa persempit kembali, kita tidak bisa melepaskan diri dari namanya berdandan. Bila mengetahui dampak daripada bau mulut akan mengakibatkan ketidakpercayaandiri, maka kita akan memikirkan bagaimana sikat gigi itu perlu.Kita mandi menggunakan sabun saja itu bisa kita sebut dandan. Itu adalah natural pikiran manusia dalam memerhatikan dan menghargai diri.

Kesalahkaprahan dan sempitnya penggunaan kata dandan ini, akhirnya berdampak pada turunannya. Kita sebutkan make up. make up yang muncul ke permukaan masyarakat kita selalu identik dengan penampilan yang eksklusif dan mencolok. Padahal, seperti yang saya tanyakan kepada bberapa make up artist, mengatakan bahwa ada jenis-jenis make up yang lelaki kurang kenali.

Seperti yang penulis dapatkan dari bahan wawancara bahwapenggunaan make up setidaknya terbagi ke dalam tiga jenis penggunaan. Natural, soft bold, dan bold. Faktanya, sudut pandang kita cenderung pada jenis kedua dan ketiga.

Natural tetap menggunakan make up. Hanya saja kenampakan atau ketebalan pada wajah cenderung tipis. Hal ini yang sering dikeluhkan para wanita. “Bagaimanapun, cewek itu suka berdandan meskipun itu Cuma pakai pelembab dan lips gloss. Sekarang gini deh, kalau semisal aku gak pakai apa-apa alias tawar. Aku jalan sama pasanganku. Mukaku kusam, kulit kering, bibir terkesan pucat dan seperti mengelupas, emangnya ini gak jadi masalah buat dia? Tentu aja masalah.” Kata seorang kawan yang saya tanyai. Ia menambahkan, “Cewek yang mereka tonton di instagram atau TV, itu semua tetap pakai make up.” Dari sini saya ambil satu kesimpulan bahwa naturalnya penampilan wajah diukur dari samar tidaknya penggunaan make up terhadap kontras wajah.

Soft bold dan bold lebih cenderung digunakan dalam situasi yang formal, seperti dalam acara pernikahan ataupun lingkup kerja. Hal ini memang memberikan nilai tambah bagi wanita. Hal ini tidak bisa dihindari.

Lelaki perlu tahu kebutuhan perempuan, kaitannya dengan penampilan wajah. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa wanita berdandan. Pertama, senturalnya penampilan memang perlu make up. kedua, wujud dari menghargai diri sendiri. ketiga, menghargai special moment. Keempat, penunjang karir. Kelima, membuat perbedaa. Untuk itu, jika ada lelaki yang tidak suka kekasihnya mengenakan make up, perlu sekali ditanyakan. Mungkin mereka tidak mau membelikan make up.

Di sisi lain, wanita juga harus paham benar bagaimana sudut pandang lelaki. Dalam beberapa kasus, banyak wanita yang menggunakan model soft bold atau bold dalam penampilan pada beberapa casual occasion. Tentu ini akan membuat lelaki risih. Itu sangat wajar. Jadi, perdebatan make up perlu diluruskan dari kedua belah pihak.

Sebagai penutup, buka mata kita dalam memaknai kata ‘dandan’ sesuai porsinya. Hargai penampilan dan kesempatan. Hargai kebutuhan natural kita sebagai manusia dalam bereksistensi. Perempuan juga perlu menjelaskan makna dandan kepada lelaki agar tidak ada salah paham. Jangankan kita, koruptor perlu banyak dandan agar baunya tidak tercium. So far, gunakanlah akal sehat kita untuk hubungan yang lebih erat.

Iklan

2 tanggapan untuk “Jangan Larang Wanita Berdandan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s